Kamis, 06 Desember 2018


Neneng Zuliasih_15120016_7A

POLA PIKIR DAN LAKU HIDUP

Pertanyaan dari mahasiswa (Susilo Bayu Mustofa) => Bagaimana mencari pola pikir yang benar?
Jawab : Pertanyaan tersebut sama halnya dengan Bagaimana mencari ilmu bisa menjadi tulang sumsum. Diibaratkan dengan ke2 hal ini. Pawon dengan suguhan. Kedua tersebut sangat berbeda yaitu pawon dengan suguhan. Nah dengan hal tersebut. Melakukan tersebut ya ditempatkan yang sesuai jangan sampai ketukar. Kalau pawon tempatnya itu dibelakang. Ya harus ditempatkan dibelakang jangan sampai ditaruh didepan. Karena ada tempatnya sendiri – sendiri.
            Cerita qoblun dan hablun yang disaksikan oleh burung gagak. Pertama kali adalah hablun yang dibunuh qoblun. Yang disaksikan oleh burung gagak. Makanya burung gagak terkenal mitos yang seram. Dengan bersamaan gagak juga mati. Nah hablun belum dikubur selama 100 tahun, karena tidak tahu caranya dan merasa bingung. Secara bersamaan tersebut gagak mengkubur gagak yang mati dengan cucuk di garuk tanah, dan qoblun melihat gagak mengkuburnya setelah itu qoblun melakukan apa yang dilakukan oleh gagak. Begitu bodohnya manusia. Kita juga bisa belajar dari peristiwa dipetik hikmahnya (baik dan buruknya).
            Nabi Muhammad dizamannya dikatakan umi, tetapi sifat Nabi Muhammad fatonah : cerdas. Kenapa dikatakan umyi (tidak bisa baca tulis). Padahal pada zamannya Nabi Muhammad ada sistem jual beli. Dan Siti Khodijah adalah pedagang yang kaya raya pada zamannya. Tetapi jika nabi Muhammad bisa baca tulis, kemungkinan Al – Qur’an bisa ditulis oleh Nabi Muhammad sendiri. Pembahasan : Secara teologi Nabi Muhammad adalah buta huruf. Tetapi secara nalar Nabi Muhammad cerdas. Dan turunlah iqra’.
            Ilmu jika dilupakan sedikit – sedikit bisa ilang karena tidak diurus lagi. Contohnya Ilmu pidato jika tidak pernah diurusi akhirnya ilmu pidato tersebut akan hilang.
            Laku hidup yaitu :
-          Urip
-          Kauripan
-          Panguripan

Laku hidup :
-          Hidup
-          Kehidupan
-          Penghidupan
Pertanyaan laku kita hidup pilih yang mana? Jawab : Pilih yang kehidupan karena ada nilai – nilai didalamnya. Jika pilih penghidupan yang diterima hanya berupa materi – materi saja dan itu tidak baik. Ada suatu cerita yaitu cerita Kyai Hamid pasuruan, ada cerita suatu perjalan disuatu tempat, dengan menegendarai mobil, terdapatbeberapa orang didalam mobil tersebut. Didalam mobil tersebut ada seorang yang nangis tetapi stelah dilihat – lihat dan diteliti tidak ada yang menangis. Sampai berulang – ulang kali diteliti tidak ada yang menangis. Ternyata yang menangis adalah upo ( butir nasi), yang menenmpel disarung. Jangan ditanya kenapa Kyai Hamid pasuruan bisa mendengar tangisan upo? Karena emang orang pilihan – pilihan Allah mempunyai kelebihan-kelebihan sendiri. Begitu yang terjadi pada Kyai Hamid pasuruan. Makanya jangan salah. ada orang yang makan kemecer, gak mau diambil “ jijik katanya”. Itu hal yang tidak ada keberkahannya. DI KKn di universitas PGRI Semarang juga ada mahasiswi 1 orangnya itu 7 hari 7 malam tidak mau mandi karena jijik. Tetapi benar dia itu anaknya orang kaya tidak pernah memakai kamar mandi yang jorok. Hal itu terjadi di kehidupan ini. Orang yang sederhana jangan dianggap jelek dan menjorong ke orang desa. Padahal orang desa itu mempunyai arti yang luar biasa. Contohnya : mudik dari kata udik : kembali kedesa.
Orang yang sudah mempunyai laku kehidupan sesungguhnya sudah melepaskan diri sendiri menjadi insan kamil.
      Zuhud adalah orang yang tidak cinta dunia. Tetapi dilihat faktanya sekarang tidak mungkin manusia beneran tidak zuhud. Pasti ada cinta dunia. Tetapi hanya membatasi saja. Tidak sampai zuhud yang sebenarnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar