Neneng
Zuliasih_15120016_7A
POLA PIKIR DAN LAKU HIDUP
Pertanyaan
dari mahasiswa (Susilo Bayu Mustofa) => Bagaimana mencari pola pikir yang
benar?
Jawab : Pertanyaan
tersebut sama halnya dengan Bagaimana mencari ilmu bisa menjadi tulang sumsum.
Diibaratkan dengan ke2 hal ini. Pawon dengan suguhan. Kedua tersebut sangat
berbeda yaitu pawon dengan suguhan. Nah dengan hal tersebut. Melakukan tersebut
ya ditempatkan yang sesuai jangan sampai ketukar. Kalau pawon tempatnya itu
dibelakang. Ya harus ditempatkan dibelakang jangan sampai ditaruh didepan.
Karena ada tempatnya sendiri – sendiri.
Cerita qoblun dan hablun yang disaksikan oleh burung
gagak. Pertama kali adalah hablun yang dibunuh qoblun. Yang disaksikan oleh
burung gagak. Makanya burung gagak terkenal mitos yang seram. Dengan bersamaan gagak
juga mati. Nah hablun belum dikubur selama 100 tahun, karena tidak tahu caranya
dan merasa bingung. Secara bersamaan tersebut gagak mengkubur gagak yang mati
dengan cucuk di garuk tanah, dan qoblun melihat gagak mengkuburnya setelah itu
qoblun melakukan apa yang dilakukan oleh gagak. Begitu bodohnya manusia. Kita
juga bisa belajar dari peristiwa dipetik hikmahnya (baik dan buruknya).
Nabi Muhammad dizamannya dikatakan umi, tetapi sifat Nabi
Muhammad fatonah : cerdas. Kenapa dikatakan umyi (tidak bisa baca tulis). Padahal
pada zamannya Nabi Muhammad ada sistem jual beli. Dan Siti Khodijah adalah
pedagang yang kaya raya pada zamannya. Tetapi jika nabi Muhammad bisa baca
tulis, kemungkinan Al – Qur’an bisa ditulis oleh Nabi Muhammad sendiri.
Pembahasan : Secara teologi Nabi Muhammad adalah buta huruf. Tetapi secara
nalar Nabi Muhammad cerdas. Dan turunlah iqra’.
Ilmu jika dilupakan sedikit – sedikit bisa ilang karena
tidak diurus lagi. Contohnya Ilmu pidato jika tidak pernah diurusi akhirnya
ilmu pidato tersebut akan hilang.
Laku hidup yaitu :
-
Urip
-
Kauripan
-
Panguripan
Laku
hidup :
-
Hidup
-
Kehidupan
-
Penghidupan
Pertanyaan
laku kita hidup pilih yang mana? Jawab : Pilih yang kehidupan karena ada nilai –
nilai didalamnya. Jika pilih penghidupan yang diterima hanya berupa materi –
materi saja dan itu tidak baik. Ada suatu cerita yaitu cerita Kyai Hamid
pasuruan, ada cerita suatu perjalan disuatu tempat, dengan menegendarai mobil,
terdapatbeberapa orang didalam mobil tersebut. Didalam mobil tersebut ada
seorang yang nangis tetapi stelah dilihat – lihat dan diteliti tidak ada yang
menangis. Sampai berulang – ulang kali diteliti tidak ada yang menangis. Ternyata
yang menangis adalah upo ( butir nasi), yang menenmpel disarung. Jangan ditanya
kenapa Kyai Hamid pasuruan bisa mendengar tangisan upo? Karena emang orang
pilihan – pilihan Allah mempunyai kelebihan-kelebihan sendiri. Begitu yang
terjadi pada Kyai Hamid pasuruan. Makanya jangan salah. ada orang yang makan
kemecer, gak mau diambil “ jijik katanya”. Itu hal yang tidak ada
keberkahannya. DI KKn di universitas PGRI Semarang juga ada mahasiswi 1
orangnya itu 7 hari 7 malam tidak mau mandi karena jijik. Tetapi benar dia itu
anaknya orang kaya tidak pernah memakai kamar mandi yang jorok. Hal itu terjadi
di kehidupan ini. Orang yang sederhana jangan dianggap jelek dan menjorong ke
orang desa. Padahal orang desa itu mempunyai arti yang luar biasa. Contohnya :
mudik dari kata udik : kembali kedesa.
Orang
yang sudah mempunyai laku kehidupan sesungguhnya sudah melepaskan diri sendiri
menjadi insan kamil.
Zuhud adalah orang yang tidak cinta dunia.
Tetapi dilihat faktanya sekarang tidak mungkin manusia beneran tidak zuhud. Pasti
ada cinta dunia. Tetapi hanya membatasi saja. Tidak sampai zuhud yang
sebenarnya.